WARNING :Jangan Asal Bolos Test Rektutmen!


Jangan Asal Bolos Tes

Memilih yang terbaik bagi diri sendiri dalam dunia karir memang sah-sah saja. Memilih yang terbaik bagi diri sendiri dalam dunia karir memang sah-sah saja.

Akan tetapi seringkali terjadi karena terlalu banyak pilihan, Anda jadi mendaftar ke banyak perusahaan sekaligus dan akhirnya tidak bisa memenuhi panggilan tes karena jadwal yang bentrok. Sudah saatnya bagi Anda untuk mengubah kebiasaan buruk tersebut.
 
Karena bukan hanya peluang emas yang Anda sia-siakan dan mengambil peluang pencari kerja yang lainnya, lebih jauh segenap stakeholder dunia kerja mulai dari perusahaan, pencari kerja, dan lembaga career center semua ikut terkena imbasnya.
 
Kali ini Career News menyajikan bahasan lengkap mengenai efek samping angka ketidakhadiran peserta yang dipanggil untuk tes, baik dari sudut pandang perusahaan, lembaga job placement, dan pencari kerja itu sendiri.
 
Berdasarkan survei yang dilakukan Career News, berikut adalah beberapa alasan utama bagi job seeker tidak menghadiri panggilan tes (berdasar skala mayoritas) :
1.Sedang berada di luar kota/ tidak berada di kota lokasi tes
2.Sudah diterima bekerja di perusahaan lain
3.Jadwal yang bertabrakan dengan tes di perusahaan lain
4.Tidak ada konfirmasi sama sekali (prosentase terbesar)

PERSPEKTIF PERUSAHAAN
Prosentase ketidakhadiran peserta tes yang besar sudah cukup sering dialami oleh beberapa perusahaan, sebagai contoh adalah psikotes yang digelar PT Arutmin pada Rabu, 16 Maret 2011 dimana dari 77 orang yang dipanggil hanya 43 orang pelamar yang mengikuti tes tulis. Padahal sudah ada pemberitahuan bahwa calon peserta harus mengirim konfirmasi kehadiran tes paling lambat satu hari sebelum tes.
 
Ainur Rofik, S.Psi dari PT Riung Mitra Lestari menyatakan bahwa perusahaan sebenarnya telah memiliki prediksi angka validitas untuk kehadiran peserta tes, misalnya pada psikotest rata-rata yang hadir 60-70% dari total peserta yang diundang, sedangkan untuk tes interview sekitar 80% peserta yang hadir. Menurutnya dalam sistem rekrutmen massal seperti yang dilakukan dengan job fair, perusahaan memang lebih berpotensi mendapatkan pelamar yang tidak serius dan sekadar coba-coba mendaftar ke banyak perusahaan, sehingga hal tersebut tidak akan mengurangi kepercayaan perusahaan terhadap lembaga job placement penyelenggara job fair tersebut.
 
Kendati besarnya angka ketidakhadiran tersebut cukup merugikan perusahaan karena berpengaruh pada laporan kesuksesan acara dan juga kerugian karena membayar fasilitas yang tidak sesuai target jumlah peserta. Rofik mengaku jika ada juga beberapa calon peserta yang tidak hadir dan memberi konfirmasi. "Mayoritas alasan mereka sedang berada di luar kota sehingga tidak bisa datang ke lokasi tes, dan alasan keduanya adalah sudah diterima bekerja di perusahaan lain," tutur Human Resource Staf lulusan Fakultas Psikologi UGM ini.
 
Pendapat serupa dikemukakan oleh Mawaddah dari Bagian Rekrutmen PT. Bukaka ketika dijumpai usai menggelar psikotest dan interview di Grha Karir ECC, Beliau menceritakan bahwa dari 500 lamaran yang masuk, hari itu jumlah total peserta yang diundang untuk mengikuti psikotest adalah 120 orang plus 20 orang cadangan yang turut dipanggil pula, tapi nyatanya hanya setengah dari undangan tersebut yaitu 58 orang saja yang hadir memenuhi panggilan tes.
 
"Banyak peserta yang tidak hadir tanpa memberi konfirmasi padahal ECC sudah mengirimkan SMS konfirmasi sejak jauh-jauh hari, beberapa yang izin tidak bisa hadir meminta reschedule tes namun tidak bisa kami layani karena jadwal tes kami sudah fixed dan padat," terangnya.
 
Pengalaman kehadiran peserta tes hanya pada kisaran angka 70% - 80% dari semua pelamar yang dipanggil juga dialami Mawaddah di berbagai kota dan universitas lain yang dikunjungi PT. Bukaka dalam rangka direct shopping mencari 50 engineer baru, seperti di Universitas Padjajaran, ITB, ITS, dan Universitas Hasanudin Makasar. "Sehingga hal tersebut tidak serta merta menurunkan kepercayaan perusahaan pada lembaga job placement, karena kita juga tidak bisa memaksa individu pelamar untuk harus hadir," tutur wanita berjilbab ini.
 
Meski mengaku perusahaan tidak terlalu banyak dirugikan secara ekonomis dengan angka ketidakhadiran tes, akan tetapi perusahaan juga dirugikan dari segi kualitas, karena jika yang hadir sedikit maka pilihan perusahaan akan SDM berkualitas juga terbatas. Dengan alasan utama jadwal yang ‘ga match’ dan sedang berada di luar kota, PT. Bukaka tetap memberi kesempatan pada mereka yang tidak datang tes untuk mendaftar lagi dengan jeda waktu 6 bulan.

Sumber Berita : http://careernews.id/tips/view/881-Warning-Jangan-Asal-Bolos-Tes

Event Akan Datang


Belum ada event